Published On: 18/06/2013

Panitia Pemekaran Buton Selatan Mengamuk di Senayan, Wabup dan Kabag Tapem Buton Kena Bogem

MENGAMUK Panitia Pemekaran Buton Selatan Mengamuk di Senayan, Wabup dan Kabag Tapem Buton Kena Bogem

Panitia pemekaran Buton Tengah saat mengamuk digedung DPR-RI Jakarta, Selasa (18/6)

JAKARTA, Beritakendari.com-Panitia pemekaran Kabupaten Buton Selatan (Busel) mengamuk di kantor DPR RI, Senayan Jakarta, Selasa (18/6). Aksi mereka, mengakibatkan  Wakil Bupati Buton, La Bakri, mendapatkan hadiah  bogem mentah dari masyarakatnya. La Bakri tak sendiri, seorang pria yang diketahui kabag Tata Pemerintah Kabupaten Buton, juga ikut kena bogem oleh panitia pemekaran Busel.

Alasannya, mereka kecewa dengan tingkah laku sejumlah camat di wilayah selatan jazirah kepulauan Buton itu, yang menolak pemekaran wilayah Busel, sebagaimana surat pernyataan yang diterima Panja Komisi II DPR.

La Bakri dan Kabag Tapem dihadang oleh para panitia sesaat keluar dari ruang sidang Rapat Dengar Pendapat (RDP). Setelah terlibat saling cekcok, mereka kemudian luapkan  emosinya dengan menghajar La Bakri. Beruntung dia masih sempat  diamankan oleh petugas keamanan DPR.

“Camat harus menarik pernyataanya tidak mendukung pemekaran Buton Selatan, ” ujar Abdul Rajab, salah seorang panitia.

Sikap ketujuh camat masing masing Camat Batauga, Sampolawa, Lapandewa, Kadatua, Siompu, Siompu Barat dan Batu atas yang mengatasnamakan aspirasi masyarakat menolak  pemekaran dianggapnya tindakan yang keterlaluan dan mengkhianati masyarakat Busel yang sudah sekitar enam tahun lamanya berjuang agar bisa memisahkan diri dari Kabupaten Buton.  Mereka menilai tindakan para camat merupakan wujud dari sikap Bupati Buton Umar Samiun yang menolak pemekaran Busel.

“Apakah benar camat berani tanpa andil dari Bupati, mereka itu berada dibawah kabinet bupati, “ujarnya.

Mereka menilai, dalam memperjuangkan pemekaran Busel,  Umar Samiun yang notabene mantan Ketua DPRD Buton melakukan pembohongan publik dengan mengatakan mendukung pemekaran saat belum terpilih menjadi Bupati.  “Dia (Umar Samiun, red) berjanji pro pemekaran bahkan, periode lalu saat menjabat sebagai ketua DPRD Buton, dia  sempat menandatangani batas-batas wilayah antara Buton Selatan dan Kota Bau-bau,” katanya.

Seiring dengan terbongkarnya dokumen pernyataan penolakan pemekaran Busel, sambung Rajab, mereka akan balik ke daerah dan akan mendatangi semua camat  untuk mengklarifikasi pernyataan itu.  “Mereka harus mempertanggung jawabkan pernyataan itu, ” tegas Rajab. (MR)

Pencarian Terkait:

  • Laode Muliadi

    Para Camat-Camat Yang Menolak terbentuk BUSEL satu struktur dengan pemerintah jadi wajarlah, itulah cermin pemerintahan buton, teruslah berjuang para toko yg memperjuangkan pemekaran doa dan keinginan rakyat selalu menyertai anda..!!!

  • fatmawati likuumbua

    kasihan orang Busel Buteng ini dimainkan oleh politik pemerintahnya

90 queries in 0.399 seconds.