Published On: 28/05/2013

Terdakwa Narkoba Minta Keringanan Hukuman

Shabu shabu Terdakwa Narkoba Minta Keringanan Hukuman

Shabu-shabu

KENDARI, Beritakendari.com-Enam terdakwa kasus kepemilikan dan pemakaian narkoba jenis shabu, meminta keringanan hukuman pada hakim atas tuntutan hukuman satu tahun 6 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam sidang yang diketuai hakim Efendi Pasaribu, keenam terdakwa meminta keringanan hukuman karena mereka sadar dan merasa bersalah atas perbuatan yang mereka lakukan. “Saya mengaku bersalah yang mulia, maka saya minta keringanan hukuman,” ujar Stefany salah satu terdakwa ketika diminta majelis hakim menanggapi tuntutan JPU dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kendari, Selasa (28/5).

Dalam tuntutannya, JPU Nining. SH menyatakan, kelima terdakwa Tri Abdi Surya, Lukman Aulia, Stefany, Radinal dan Herman terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menggunakan narkotika jenis shabu. “Atas perbuatannya itu kelima terdakwa telah melanggar pasal 127 Undang Undang No 35 tahun 2009, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Narkoba,” ujar Nining.

Ditempat yang sama, hanya satu dari keenam terdakwa yakni Dwi Nugraha alias Deky dituntut JPU lima tahun penjara. Perbedaan tuntutan ini lantaran pasal yang dikenakan JPU pada Deki, yakni pasal 112 karena Deky merupakan pemilik barang haram tersebut.

Tri Abdi Surya (16), Lukman Aulia (17), Radinal (18), Herman (18), Stefany (15), Deky (20) dan Aurel (15) kedapatan sedang pesta narkoba di salah satu rumah kost di Jalan Sao-sao, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, sekitar pukul 03.00 wita, 30 Desember 2012 lalu. Dari hasil penggerebekan, polisi berhasil mengamankan 2 paket shabu beserta alat hisap.

Untuk diketahui, kasus narkoba ini sewaktu persidangan ada kejanggalan karena hanya enam terdakwa yang dihadirkan di persidangan padahal polisi menangkap tujuh orang dan satu orang yang tidak ada bernama Aurel. Sewaktu pemeriksaan saksi di persidangan beberapa waktu lalu, hanya enam orang terdakwa dihadirkan sedangkan Aurel tidak diketahui. Sedangkan keterangan 6 terdakwa menyatakan bahwa mereka tidak tahu dimana Aurel dan kenapa Aurel tidak menjadi terdakwa, padahal mereka ditangkap dalam kamar kost yang sama dimana pada saat itu Aurel sedang duduk di kasur dan rekannya Stefany sedang berbaring saat dilakukan penggerebekan.

Keterangan mereka juga diperkuat keterangan saksi dari Polres Kendari, Brigadir Aswan. R yang menangkap para terdakwa. Ia menerangkan kepada majelis hakim bahwa mereka menangkap 7 orang remaja di kamar kos. Bahkan JPU mengatakan bahwa hasil tes urin Aurel positif artinya Aurel menggunakan narkoba.

Sedangkan Jaksa penuntut umum (JPU) Nining, SH yang menangani perkara tersebut usai sidang, mengatakan soal kenapa hanya 6 orang terdakwa yang dihadapkan di persidangan. Menurut jaksa berjilbab ini, kasus narkoba yang menyeret tujuh orang ini, polisi hanya menyerahkan enam terdakwa yang dipisah dalam dua berkas.

“Berkas pertama atas nama Dwi Nugraha alias Deky, sementara pelaku lainnya disatukan dalam satu berkas. Dan salah satu dari mereka (Aurel) tak pernah hadir dalam persidangan, karena Aurel tidak ikut dilimpahkan kepada pihak kejaksaan,” jelasnya.

Nining hanya mengetahui keberadaan Aurel dari keterangan kepolisian beberapa waktu lalu di surat kabar, kalau Aurel yang dikenakan wajib lapor telah melarikan diri ke Manado, Sulawesi Utara. Tetapi dirinya tidak tahu pasti apakah pernyataan itu betul atau tidak. Karena pada awal bulan Mei, Aurel pernah berkunjung ke Rutan menjenguk sahabatnya Stefany.

“Aurel itu masih di Kendari, ia masih sering terlihat di Triple Nine. Karena semua orang yang pernah masuk di sana pasti kenal dengan Aurel, sebab Aurel ibarat primadona di tempat hiburan itu, entahlah mana yang betul,” katanya.

Nining menambahkan, sebenarnya berkas Aurel akan dirampungkan atau P21. Hanya pada saat P-18, penyidik Kepolisian Resort Kendari menyatakan Aurel tidak terbukti menggunakan narkoba pada saat penggrebekan. Sedangkan dari hasil Laboratorium forensik (Labfor) Makassar menyatakan ketujuh orang itu positif menggunakan narkoba, salah satunya Aurel.

“Hal ini juga dikuatkan dari keterangan teman Aurel pada saat persidangan, yang mengatakan Aurel memang tidak mengkonsumsi shabu pada saat itu, namun pada dua hari sebelumnya Aurel baru saja mengkonsumsi shabu. Bahkan menurut pengakuan para terdakwa pada saat penggerebekan, bungkusan sabu ditemukan dibawah tempat duduk Aurel,” ungkapnya.

Sebelum persidangan lanjut Nining, kejaksaan sudah berkoordinasi kepada polisi soal bukti hasil tes urine dan darah Aurel yang positif menggunakan narkoba. Tapi saat kejaksaan meminta agar berkas Aurel segera dilimpahkan, polisi mengatakan Aurel melarikan diri ke Manado. (JS)

Pencarian Terkait:

92 queries in 0.517 seconds.